Sabar: Tidak Cukup Hanya Dibibir
“Sabar ye.”
Ungkapan ini mengingatkan saya tentang peristiwa kehilangan ayahanda tersayang lebih tiga tahun lalu. Ungkapan ini menerjah telinga saya lebih seratus kali saya kira. Tapi ketika itu, saya tidak boleh dengar ungkapan ini. Walau diungkap dengan penuh lembut dan hemah, saya tetap tidak mampu menerima ucapan ini dari rakan-rakan. Hati seakan memberontak;
” Sabar? Kau tak rasa apa yang aku rasa! ”
” Sabar? Baik jangan cakap apa-apa. Kau tak akan dapat rasa apa yang aku rasa sekarang.”
Hakikatnya, inilah perkataan paling sesuai untuk kita ucap kepada orang yang sedang bersedih. Sedangkan jika ada sahabat minta nasihat dan pandangan tentang masalah yang mereka hadapi pun, perkataan inilah yang keluar dari bibir saya.






Meta- Log in
- Entries RSS
- Comments RSS
- WordPress.org